Jumat, 01 Maret 2013


Peer Teaching of Secondary Mathematics in Bilingual for Teachers of The Candidate of International School


Setelah membaca artikel ini, saya merasa bahwa pendidikan di Indonesia tidak mengarah pada pendidikan modern, tetapi masih saja berjalan ke metode tradisional. Hal ini seperti melihat sesuatu hanya berjalan ditempat saja. Guru berperan dominan dalam hal ini. Seharusnya guru hanya sebagai seorang fasilitator. Kebingungan yang dimiliki guru-guru ketika apa yang harus dilakukan ketika mengajar juga merupakan masalah yang tidak sepele. Usaha yang dilakukan untuk pengerjaan matematika sangat baik, tapi alangkah lebih baiknnya lagi guru-guru mendisplinkan untuk siswa belajar sendiri. Karena ilmu yang didapat sendiri itu akan lebih diingat dibandingkan transfer ilmu. Hal ini mengingatkan saya tentang diskusi perkuliahan tentang metode matematika yang baik untuk siswa-siswa. Posisi guru dan siswa dalam kelas, guru bukanlah dewa yang harus dipuja-puja untuk memberikan ilmu mereka, guru juga tidak mungkin bisa membuat siswa sukses tanpa keinginan dari siswanya. Posisi siswa kini harus bisa mencari informasi sendiri. Melalui artikel ini, hampir sama permasalahan yang dimiliki oleh sekolah-sekolah. Pembelajaran matematika yang datar-datar saja, membuat semuanya bosan. Untuk itu, mari kita buat pembelajaran matematika itu menjadi hal yang bisa membuat penasaran. Siswa yang penasaran pasti akan terus mencari jawabannya, para guru disini pun akan lebih kreatif lagi dalam pengembangan pembelajaran matematika. Artikel ini benar-benar bermanfaat untuk pendidikan dan pembelajaran matematika di Indonesia.ReplyDelete

Tidak ada komentar:

Posting Komentar